Memahami Fenomena Menolak Naik Jabatan (catatan ulang dari tulisan Wisnu Nugroho)
Memahami Fenomena Menolak Naik Jabatan Tidak ada teriakan. Tidak ada spanduk. Tidak ada surat pengunduran diri yang diunggah ke LinkedIn dengan foto hitam-putih dan kalimat sok tegar. Yang ada hanya kalimat pendek, diucapkan pelan di ruang rapat atau lewat surel dingin: terima kasih atas kepercayaannya, tapi saya memilih tetap di posisi sekarang. Sunyi. Rapi. Nyaris sopan. Padahal di baliknya, ada sesuatu yang lebih serius. Itulah yang disebut conscious unbossing, keputusan sadar dari para pekerja untuk menolak naik jabatan atau peran di manajemen menengah. Data dari Remote’s 2024 Global Workforce Report dan riset Robert Walters (2025) menunjukkan angka yang mengejutkan: 52% pekerja Gen Z menyatakan mereka tidak memiliki keinginan untuk menjadi manajer menengah (middle managers). Sebanyak 72% profesional muda lebih memilih jalur kemajuan karier sebagai spesialis/ahli (kontributor individu) daripada mengelola orang lain. Pemicu utamanya adalah persepsi bahwa peran manajer memiliki stres...