Social Icons

Sunday, June 21, 2009

Terima Kasih

Terima kasih dan syukur teman/sahabat

Kita tak akan pernah tahu kapan kita akan mendapatkan sebuah pelajaran. Pelajaran yang benar benar dapat masuk dalam hati dan pikiran kita.

Terkadang setelah mendapatkan pelajaran berharga itu, hati kita bergerak untuk dapat memanfaatkan waktu yang ada dengan lebih baik lagi. Bekerja lebih profesional lagi. Bermimpi lebih tinggi lagi. Bersyukur lebih dalam lagi.

Namun adakalanya waktu berkata "jahat", seringkali waktu membiaskan niat yang sudah baik itu dan menjerembabkan kita dalam lubang yang sama untuk berulang kali. Kembali kepada keadaan "normal" yang biasa saja sehinngga dorongan untuk dapat melakukan hal hal yang sudah diniatkan itu menjadi terurungkan.

Atau mungkin terlalu naif untuk dapat menyalahkan waktu, apkah memang ia "jahat", atau ada kemungkinan yang lain. Mungkin karena arogansi sehingga justifikasi waktu itu "jahat" dapat diterima. Tapi bisa jadi bahwa hati dan keseluruhan diri manusia sendirilah yang "jahat". Karena bukankah setan itu mengalir dalam aliran darah manusia.

Tak perlu lah panjang lebar untuk menyoalkan siapa yang salah, bukan suatu sikap bijak dan pemberani untuk bersikap seperti itu. Tampaknya akan jauh lebih baik jika niat yang sudah dipersiapkan itu kembali kita susun kembali dan dijalankan dengan lebih terencana, rinci, dan terpenting adalah bermakna

Terima kasih untuk seorang teman dan juga shaabat yang telah meluangkan waktu untuk dapat bertemu dan berbincang walau tuk sejenak. Pertemuan yang dapat mengembalikan kesegaran terhadap kegersangan jiwa.

Terima kasih temang atas pertemuan hari ini
dan Alhamdulillah syukur pada Mu

-- A.S.H --

Monday, June 15, 2009

Memahami Dasar Segala Sesuatu

Manusia bergerak karena dikendalikan oleh pikiran, sesuatu yang abstrak namun dapat dipahami keberadaannya. Dipahami karena dapat tersirat oleh tindakan yang dilakukan oleh raganya.

Namun apakah tindakan yang dilakukan adalah tindakan yang sesuai dengan diri kita, karena seringkali apa yang kita lakukan pasti mengganjal pada pikiran kita.

Mengganjal karena tindakan yang kita lakukan merupakan tindakan setengah hati, atau di bawahnya. Tindakan tanpa keinginan dari diri kita sepenuhnya.

Walau dengan tindakan yang kita lakukan "dirasa" bermanfaat atau merupakan kebaikan, namun tetap bukan merupakan tindakan yang sepenuhnya kita kerjakan.

Yang harus dicermati adalah segala tindakan pasti memiliki filosofi yang ada di belakangnya. Filosofi yang menjadi dasar dan pusat timbangan atas segala sesuatu.

Dasar ini bersifat subjektif bagi tiap orang, namun pada satu titik pasti memiliki kesamaan antara yang satu dengan yang lainnya.

Pemahaman terhadap dasar inilah yang menjadikan tindakan kita akan "sreg" dengan kita atau tidak, dan akan menjadi ciri kita selanjutnya.

Oleh karenanya pahamilah segala sesuatu mulai dari dasarnya, PAHAMI bukan hanya untuk diketahui sesaat dan dilupakan pada kesempatan lain

Karena memang segala sesuatunya memiliki dasar, dan itu lah ciri apakah seseorang merupakan seseorang yang kuat atau merupakan yang lemah.