Kenangan SMA & (alm) “Pak Didi” (1)


Di awal tahun ini merupakan sebuah momen yang tepat untuk melakukan refleksi bagi diri sendiri dan kehidupan kita. Ternyata refleksi tersebut mampu menghadirkan banyak kenangan dan pengalaman yang tidak dapat kita lupakan dan memberi arti besar dalam hidup kita. Diantara banyak fase kehidupan tersebut salah satunya adalah masa SMA.

Masa SMA adalah masa yang penuh kenangan bagi kebanyakan orang, entah indah maupun pahit. Sebuah masa ketika kita sudah mulai beranjak dewasa dan dipenuhi dengan pilihan untuk menjadi dewasa.  Teringat dahulu ketika masa SMA, sebagian waktu yang dimiliki saya digunakan untuk aktif dalam organisasi di sekolah. Mulai dari yang berbau olahraga, paskibra (walaupun cuma cabutan), keagamaan hingga OSIS. Dari mengikuti kegiatan berorganisasi ini banyak hal yang bisa didapatkan terutama ketika kita berinteraksi dengan orang lain dan pengaturan diri. Selain itu masa SMA juga pastinya dipenuhi dengan kegiatan yang berbau akademis. Mengikuti ketertarikan hidup, saya memilih masuk dalam program IPA. Sebuah pilihan yang menakutkan bagi sebagian orang namun mengasyikkan bagi sebagian lainnya

dan dari ketertarikan inilah semuanya berasal….

Sesuai dengan namanya, ketika kita memilih masuk program IPA secara otomatis  kita akan sering bersentuhan dengan pelajaran yang berbau eksakta. Mulai dari Matematika, Kimia, Biologi hingga Fisika. Mata pelajaran yang bagi sebagian orang menjadi pelajaran yang menyusahkan karena “mengunci” kreativitas dalam berpikir dengan tautan rumus - rumus atau logika yang ngejelimet namun bagi sebagian yang lain menjadi dasar kreativitas dalam menemukan hal – hal yang baru. Mata pelajaran yang mengajarkan konsep - konsep yang banyak tidak kita temui dalam kehidupan nyata namun merupakan konsep untuk mengetahui berbagai fenomena di kehidupan ini. Dari sekian banyak pelajaran tersebut yang menjadi favorit saya adalah pelajaran Fisika.

Mengapa Fisika?

Bagi saya ini mudah untuk dijelaskan. Dalam Fisika, kita tidak hanya dituntut untuk paham akan teori dengan berbagai definisi serta rumus dan hitungan yang berkelok - kelok, namun lebih jauh lagi kita dapat memahami konsep tersebut dengan logika sehingga ketertautan diantaranya semakin mudah dicerna. Ilmu yang sedikit berbeda dengan yang lainnya karena untuk permasalahan yang ada kita memerlukan analisa awal dahulu yang dapat dilakukan dengan logika sebelum mencari metode atau teori yang tepat untuk mengatasinya. Sebuah pelajaran yang ternyata ketika saya menginjak bangku perkuliahan menjadi dasar atas berbagai macam ilmu yang ada sebagai sebuah konsep utama yang harus dipahami.

Saya pun bersyukur, guru – guru yang mengajar saya pada bangku SMA merupakan guru – guru terbaik yang mampu mengajarkan saya banyak hal. Terlepas dari embel – embel sekolah favorit atau unggulan yang menjadikan sekolah harus bekerja “ekstra” untuk terus tampil baik,namun ilmu yang mereka ajarkan sedikit banyak telah membantu menempa hidup saya hingga saat ini baik dalam ranah pengetahuan atau pelajaran hidup.

Terkait dengan pelajaran yang saya sukai, yaitu Fisika,guru – guru yang dahulu mengajar saya memberi kesan lebih bagi saya. Hal ini dikarenakan dari mereka lah ketertarikan saya akan ilmu ini menjadi menguat. Salah satu guru Fisika tersebut adalah (Alm) Bapak Nurhadi Didi, seorang guru yang memberi arti lebih dari seorang guru di kelas bagi saya. Dalam kemampuan mengajar beliau mampu mengajar dengan cara yang berbeda namun memberi pemahaman yang dalam kepada siswanya. Guru yang dapat dikatakan “antagonis” namun menjadi guru favorit. Seorang guru yang selain piawai mengajar di kelas namun juga memiliki pengetahuan yang sangat luas dalam ilmu kehidupan dan agama.

Seorang guru yang….

…to be continued…

Comments

Popular posts from this blog

Wisata dan Tempat Menarik Balikpapan

Inovasi Teknologi Automotif Masa Depan “Ramah Lingkungan dan Kinerja Optimal”

Wireline Logging Operation